4 Mitos Keperawanan yang Engga Banget

4 Mitos Keperawanan yang Engga Banget

4 Mitos Keperawanan yang Engga Banget – Penyanyi rap T.I. mewajibkan putrinya, Deyjah Harris untuk melakukan tes keperawanan setiap tahun. Keputusannya ini menuai hujatan di media sosial.

Menurut WHO, tes keperawanan dilakukan dengan memeriksa utuh tidaknya selaput dara dan/atau dengan memasukkan jari ke vagina. Namun, sebenarnya selaput dara bisa saja rusak karena aktivitas selain berhubungan seksual. Misalnya karena bersepeda, penggunaan tampon, atau olahraga berkuda.

Berikut adalah mitos-mitos tentang keperawanan yang ngawur, dihimpun dari Bustle.com.

4 Mitos Keperawanan yang Engga Banget

1. Perawan Lebih Sedikit Kencing dari yang Tidak Perawan

Di zaman dahulu, dokter kuno melibatkan kepercayaan bahwa tubuh perempuan yang tidak perawan itu ‘menyerap’ (permeated). Secara alami berarti dia akan kencing lebih banyak ketimbang seorang perawan.

Sebuah tes dilakukan dengan melibatkan ‘jet’ (fosil karbon) yang dilarutkan dalam air dan menyuruh perempuan meminumnya. Kalau lama, berarti dia masih perawan. Kalau tidak, berarti dia sudah ‘bocor’ atau disebut tidak perawan.

Tes lainnya adalah membakar jet di antara kedua kaki perempuan. Kalau perempuan itu merasakan atau mencium aroma asap, berarti selaput daranya sudah ‘ditembus’ penis yang membuatnya asapnya tembus ke dalam tubuh. Ew.

2. Keperawanan Bisa Dites dengan Tali

Di tahun 1600-an silam, tali digunakan untuk mengukur baik tidaknya perempuan. Tes keperawanan dilakukan dengan menarik tali dari hidung perempuan ke pangkal tengkoraknya. Kalau panjangnya pas saat melingkari leher, maka perempuan itu dinilai masih perawan. Begitupun sebaliknya.

3. Berendam dengan Darah Perawan Bikin Awet Muda dan Cantik

Mitos ini berkembang di masa pembunuh berantai asal Slovakia Elizabeth Bathory. Sekitar tahun 1600-an, Bathory menyiksa banyak gadis dan membunuhnya dengan sadis. Bathory yang mengidap gangguan jiwa ini diyakini minum dan mandi darah korbannya karena dianggap bakal membuatnya awet muda dan cantik.

4. Semua Perawan Punya Payudara Kecil

Dahulu, keperawanan diukur dari ukuran payudara. Perawan dianggap punya payudara kecil dengan puting berwarna pink cerah, dan menghadap ke atas. Orang-orang juga percaya bahwa setelah sperma masuk ke vagina, maka akan ‘berenang’ di payudara, membuatnya berat dan’melorot’.

Sumber : https://health.detik.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *