5 Jenis Keju dan Cara Penyajiannya

5 Jenis Keju dan Cara Penyajiannya

Ngantukbanget.com-Keju yang creamy bisa membuat makanan semakin menggugah selera. Tak mengherankan, keju kerap ditambahkan dalam berbagai sajian. Baik sebagai penambah rasa pada salad, isian kue, hingga topping pasta.

Tapi tahukah kamu? Berbeda jenis, ternyata cara pengolahannya juga berbeda, lho. Ada keju yang cocok disajikan begitu saja, ada juga yang harus diolah terlebih dahulu dengan bahan-bahan lain.

Agar tak salah lagi saat mengolah keju, ini dia tujuh jenis keju dan cara tepat mengolahnya.

 

1. Cheddar

Cheddar mungkin jadi salah satu keju paling populer di Indonesia. Selain harganya yang terjangkau, rasanya asin dan gurihnya yang tak terlalu kuat cenderung cocok dikombinasikan dalam berbagai sajian.

Keju asal Inggris ini punya kadar lemak sebesar 48 persen sehingga teksturnya agak keras dan tidak mudah meleleh. Teksturnya kokoh keju cheddar membuatnya kerap dimanfaatkan sebagai topping makanan seperti kue, pudding, atau salad.

Sayangnya, keju cheddar kurang cocok digunakan untuk makanan yang membutuhkan lelehan keju, karena sifatnya mudah mengering saat dipanggang.

 

2. Camembert

Camembert punya tampilan yang khas, yaitu berbentuk lempengan bundar yang dilapisi bubuk putih menyerupai ragi. Kandungan lemak di keju asal Prancis ini mencapai 45 persen sehingga teksturnya cenderung agak lembek.

Berbeda dari cheddar, tak semua makanan cocok dikombinasikan dengan makanan. Camembert juga harus dipanaskan terlebih dahulu lalu disingkirkan permukaan kerasnya sebelum disajikan.

Camembert yang telah dipanaskan bisa disajikan sebagai fondue atau cocolan, atau digunakan sebagai olesan roti. Keju ini juga cocok dipanggang karena permukaannya yang keras tidak akan mudah meleleh

 

3. Ricotta

Tekstur lembek menyerupai mentega putih jadi ciri khas keju ricotta. Selain itu cita rasanya juga cenderung lebih gurih dan creamy dibandingkan keju lainnya. Sebab, kandungan lemaknya memang tinggi, yakni sekitar 13 gram untuk setiap 100 gram keju ricotta.

Ricotta biasanya digunakan sebagai olesan pengganti mentega untuk roti atau biskuit. Selain itu, ricotta juga cocok digunakan untuk pengganti susu pada beberapa makanan seperti pasta, cheese cake, bahkan es krim.

 

4. Keju parmesan

Keju parmesan merupakan jenis keju keras yang memiliki cita rasa dan aroma yang kuat. Rasa dan tekstur kokoh keju parmesan berasal dari proses penyimpanan yang lama hingga bertahun-tahun.

Keju ini biasanya butuh waktu selama satu hingga dua tahun sebelum siap digunakan. Hal ini juga membuat kandungan kalsium pada parmesan cenderung lebih tinggi dibanding keju lainnya.

Sama seperti cheddar, keju parmesan sering digunakan sebagai taburan pada pasta, salad, atau sup. Rasanya yang kuat juga kerap dimanfaatkan untuk memperkaya cita rasa kue, terutama jenis kue kering.

 

5. Mozzarella

Mozzarella sempat jadi keju favorit yang kerap ditambahkan dalam berbagai sajian. Teksturnya yang mudah meleleh dan mulur saat dipanaskan memang membuat makanan makin menggoda.

Cita rasa mozzarella sangat creamy namun tidak terlalu asin. Namun keju berwarna kuning pucat ini kurang cocok disajikan secara langsung sebagai taburan makanan.

Mozzarella harus dipanaskan terlebih dahulu agar teksturnya lebih lunak dan menghasilkan efek mulur. Keju ini juga bisa diolah jadi camilan dengan cara digoreng dengan baluran tepung nan gurih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *