Biaya Hidup di Islandia Paling Mahal di Eropa, Ini Alasannya

Biaya Hidup di Islandia Paling Mahal di Eropa, Ini Alasannya

NgantukbangetBiaya Hidup di Islandia Paling Mahal di Eropa, Ini Alasannya-Dikenal sebagai Land of fire and Ice, Islandia menjadi salah satu destinasi yang patut masuk ke dalam bucket list traveler.

 

Di balik dinginnya salju tebal yang menutupi jalan dan rumah-rumah di sekitarnya, Islandia memang menawarkan pemandangan yang menakjubkan bagi mereka yang datang mengunjunginya,

Mulai dari aurora borealis yang menawan di langit malam, Blue Lagoon bernuansa biru yang hangat, Gereja Hallgrimskirkja yang unik, hingga air terjun Skogafoss yang jadi lokasi syuting film Hollywood. Tak heran, alamnya yang terawat dan masih asri jadi alasan traveler memilih Islandia sebagai pilihan traveling yang menyenangkan.

Sayangnya, di balik keindahan Islandia, ada satu hal penting yang harus kamu ketahui sebelum berkunjung, yaitu soal biaya hidup yang mahal.dlansir AFP,

menurut data studi yang dikumpulkan Eurostat, islandia memegang posisi puncak sebagai negara di benua Eropa dengan biaya termahal untuk dikunjungi.

Salah seorang mahasiswa bernama Quint Johnson (22) bercerita pada AFP bahwa ia sempat kaget melihat harga-harga produk yang dijual di Islandia,misalnya saja seloyang pizza keju original dibanderol dengan harga 2.400 Króna atau setara Rp 278 ribu, sementara segelas anggur dihargai sekitar 2.334 Króna atau sekitar Rp 270 ribu.

Trinity menuturkan dalam bukunya bahwa ia pernah mem-booking hostel seharga kurang lebih Rp 550 ribu per malam per orang (kisaran jika di rupiahkan), itu pun termasuk yang paling murah dan jauh dari pusat kota

Untuk makan di restoran fast food, Trinity menghabiskan biaya sekitar Rp 350 ribu hanya untuk paket combo standar berdua. Nasi bungkus porsi kecil di warung India pun harganya sekitar Rp 130 ribu per porsi.

Menurut data Eurostat, bukan hanya Islandia yang memiliki biaya hidup tinggi,

Tetapi juga negara-negara lainnya yang berada di kawasan Sub-Arktik seperti Swiss, Norwegia, dan Denmark.

Hanya saja, Islandia memang jadi lebih mahal karena pemerintah setempat memberikan biaya pajak yang tinggi bagi barang-barang impor.

Hal ini dilakukan karena populasi penduduk setempat yang kecil, tetapi memiliki ketergantungan yang tinggi pada barang-barang impor.

Konrad Gudjonsson, Chief Cconomist di Iceland Chamber of Commerce

Mengungkapkan bahwa selain pajak yang besar, fluktuasi mata uang Króna Islandia juga jadi penyebab kenaikan harga.

 

Sesuai dengan besar biaya hidup yang harus dikeluarkan,pemerintah setempat juga tentunya memberikan upah yang tinggi juga bagi penduduknya,tahun 2018 lalu,

 

Upah rata-rata pekerja full time di Islandia mencapai 632 ribu Króna atau sekitar Rp 73, 2 juta, belum dipotong pajak

Jadi, meskipun harga-harga barang di Islandia mampu mengejutkan wisatawan karena mahal, penduduk setempat menganggapnya sebagai harga yang normal. Wajar saja jika Islandia termasuk salah satu negara dengan upah tertinggi di Eropa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *