Cerita Seorang Pramugari Sering Terbang tapi Kesepian

Cerita Seorang Pramugari Sering Terbang tapi Kesepian

Cerita Seorang Pramugari Sering Terbang tapi Kesepian – Pramugari, beberapa mengatakan ini adalah pekerjaan impian. Bisa terbang ke mana pun tanpa mengeluarkan biaya, tapi pramugari ini mengaku sering merasa kesepian.

Cerita Seorang Pramugari Sering Terbang tapi Kesepian

Dilansir News Australia, peran sebagai pramugari memang terlihat menyenangkan, fasilitas hotel dan makan juga didapatkan. Evelin Martin, Pramugari Virgin Atlantic Airways menceritakan pekerjaannya sebagai pramugari.

Dia kerap mendapatkan pertanyaan perihal pekerjaannya dan keluh kesahnya bekerja sebagai pramugari. Serta apa dia merasa kesepian dalam menjalani pekerjaannya?

Evelin mengungkapkan kalau pekerjaannya membuat dia kesepian. Bahkan sempat membuatnya kesal saat awal dia bekerja.

“Ketika saya mulai bekerja, saya benar-benar tidak tahu apa yang diharapkan. Saya hanya tahu kalau saya sangat beruntung bisa terbang ke tempat-tempat menakjubkan ini, tapi saya harus pergi ke semua tempat ini sendirian dan kru lain punya rencana mereka,” kata Evelin.

Cerita Seorang Pramugari: Sering Terbang tapi Kesepian

Evelin seringkali merasa kesepian saat berada di kamar hotel. Ia sering menghabiskan waktunya seorang diri.

“Suatu hari saya duduk di sebuah kamar hotel New York. Saya melihat pemandangan yang sangat menakjubkan menghadap Gedung Empire State dan seluruh New York. Saya berpikir harusnya saya tidak menikmati ini semua sendiri, saya sedikit kesal,” ungkap Evelin.

Ya, tiap awak kabin termasuk pramugari punya rutinitas masing-masing. Kadang tentu, ada cocok-cocokan juga antara satu sama lain.

Pun sama seperti di tempat kerja lain, bagi awak kabin tentu ada persaingan. Bisa jadi persaingan sehat atau sebaliknya, demi mendapatkan tujuan yang diinginkan.

Cerita Seorang Pramugari: Sering Terbang tapi Kesepian

Evelyn mengatakan setelah telah bertahun-tahun bekerja sebagai bagian dari awak kabin. sekarang dia telah memiliki rutinitas untuk menghindari perasaan terisolasi yang dia rasakan. Evelin mulai membiasakan diri.

“Saya sudah terbang dengan perusahaan ini selama hampir dua tahun. Saya sudah bisa mengembangkan rutinitas saya,”kata Evelin.

Perihal kehidupan di luar kabin ini, Evelin merasa puas dengan fasilitas yang diberikan perusahaan maskapai. Dia juga merasa semua maskapai memberikan fasilitas baik kepada pramugari.

“Perusahaan tempat kami bekerja mengurus hotel yang kami tempati, jadi kami sangat- sangat beruntung, bukan hanya maskapai saya, tapi semua maskapai melakukan itu,” tambah Evelin.

Sumber : https://travel.detik.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *