Manfaat Minum Kopi Tidak Hanya Penahan Kantuk

Manfaat Minum Kopi Tidak Hanya Penahan Kantuk

Manfaat Minum Kopi Tidak Hanya Penahan Kantuk – Sekarang, ada semakin banyak alasan bagi kita untuk jajan kopi kekinian. Pasalnya, tidak hanya untuk menahan kantuk, minum kopi memiliki manfaat yang lain, seperti menurunkan risiko sakit jantung hingga stroke. Namun ingat, kopi yang dimaksud di sini adalah kopi hitam tanpa tambahan seperti krim atau gula.

Memang, tambahan kedua bahan tersebut tidak serta-merta menghilangkan manfaat kopi. Kamu tentu sudah familiar dengan dampak kesehatan yang bisa timbul dari terlalu banyak mengonsumsi gula, maupun lemak yang terdapat dalam krim. Jadi, jangan sampai manfaat minum kopi yang bisa didapatkan, justru tertutup oleh dampak merugikan tersebut.

Jadi, apa saja manfaat minum kopi untuk kesehatan? berikut ini penjelasan lengkapnya : 

1. Mengandung banyak mineral dan vitamin

Kopi tidak hanya mengandung kafein. Berbagai mineral dan vitamin, ternyata juga bisa kita dapatkan dari minuman ini. Dalam satu gelas kopi, juga terkandung vitamin B2, vitamin B5, mangan, kalium, dan magnesium.

2. Membakar lemak di tubuh

Kafein disebut dapat membantu meningkatkan metabolisme di tubuh, termasuk dalam pembakaran lemak. Namun, manfaat minum kopi yang satu ini disebut akan kurang terlihat, pada orang yang sudah punya kebiasaan minum kopi sejak lama.

3. Meningkatkan stamina

Kafein dapat membantu memecah lemak yang ada di tubuh dan membuatnya digunakan untuk tenaga. Sehingga, tidak ada salahnya minum kopi hitam satu setengah jam sebelum berolahraga.

4. Meningkatkan fungsi otak

Saat minum kopi, kafein yang kita minum akan masuk ke dalam darah, lalu berjalan ke otak. Di sana, kafein akan mengaktifkan saraf serta hormon-hormon yang bisa meningkatkan berbagai fungsi otak, seperti daya ingat, suasana hati, hingga fungsi mental secara umum.

5. Menambah energi

Kafein adalah stimulan yang bisa membuat tubuh terasa lebih segar dan lebih berenergi. Bahkan, kafein adalah bahan psikoaktif yang paling banyak digunakan di dunia.

6. Menurunkan risiko munculnya diabetes

Kopi hitam, disebutkan bisa mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Manfaat ini bisa didapatkan oleh orang yang minum kopi sekitar empat gelas kecil perharinya.

7. Mencegah demensia dan penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah salah satu penyakit saraf yang paling banyak diderita di dunia, dan merupakan penyebab terbanyak demensia. Kedua penyakit ini tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dicegah, salah satunya dengan kopi. Mengonsumsi kopi dalam jumlah yang tepat dan rutin, dapat menurunkan risiko munculnya Alzheimer hingga lebih dari 50%.

8. Organ hati jadi terlindungi

Rutin minum kopi sebanyak empat gelas per hari dapat menurunkan risiko terjadinya sirosis hati hingga 80%. Sirosis adalah kondisi dimana terbentuknya jaringan parut akibat kerusakan organ hati yang disebabkan oleh adanya berbagai gangguan hati yang lain, seperti hepatitis dan perlemakan hati.

9. Menekan risiko kanker hati

Salah satu manfaat minum kopi yang bisa kita dapatkan adalah menurunkan risko kanker hati, hingga 40%. Bahkan, minum kopi sebanyak tiga gelas per harinya dapat menurunkan risiko kanker hati hingga 50%. Namun, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan. Perlu diingat juga bahwa jumlah kopi yang diminum, jenis, serta kondisi tubuh, juga berpengaruh pada naik atau turunnya risiko kanker.

10. Menurunkan risiko stroke

Wanita yang rutin minum kopi dalam jumlah moderat, disebut memiliki risiko lebih rendah terkena stroke. Manfaat minum kopi ini tetap bisa didapatkan, meski di sisi lain, konsumsi kafein berlebihan bisa meningkatkan tekanan darah.

11. Memperpanjang umur

Karena kopi bisa melindungi dari berbagai risiko penyakit, maka angka harapan hidup juga akan semakin lama. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan, kopi dipercaya mampu menurunkan risiko kematian secara tiba-tiba.

12. Baik untuk jantung

Dua gelas kecil kopi per hari, bisa menjadi resep untuk melindungi dari gagal jantung. Jika tidak diminum berlebihan, kopi bisa menurunkan risiko terjadinya gagal jantung hingga sekitar 10%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *