Ojol Mengaku di Tusuk, Tetapi Hanya Prank!

Ojol Mengaku di Tusuk, Tetapi Hanya Prank!

NGANTUKBANGET.COM – Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Kota Bandung terus mendalami kasus penusukan mitra ojek online yang terjadi di kawasan Dago Resort, Bandung, Jawa Barat, yang ternyata hanya pura-pura (prank).

Peristiwa prank penusukan itu terjadi pada Senin (6/1) lalu dan sempat viral. Pelaku bernama Farras Armanda Wijaya, yang ketika itu berperan sebagai korban penusukan, mengakui sendiri kebohongan tersebut.

Penusukan itu, kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Kota Bandung, Ajun Komisaris Agta Bhuwana Putra, sempat dipercaya oleh warga. Namun, dalam pendalaman kasus, polisi menemukan banyak kejanggalan.

Pelaku mengakui aksinya hanya pura-pura

 

Agta mengatakan, polisi mendalami kasus yang menimpa Farras dalam waktu tiga hari. Setelah menemukan banyak kejanggalan, Farras baru mengaku bahwa dia hanya berpura-pura menjadi korban penusukan dan memberikan laporan palsu pada kepolisian.

“Iya, itu diakuinya sendiri kepada tim penyidik kami,” kata Agta, ketika dihubungi pada Jumat (10/1)

Motif pelaku: cari perhatian keluarga

 

Sementara ini, menurut berbagai keterangan, polisi menyimpulkan bahwa Farras melakukan aksi penipuan itu untuk mencari perhatian keluarganya. Saat kejadian, Farras mengaku bahwa ia tengah mengalami masalah keluarga.

“Intinya dia itu cari perhatian. Mungkin itu kurang lebih motif sementara dari pihak korban,” ujar dia.

Polisi belum tentukan sanksi untuk pelaku

 

Polisi belum menentukan sanksi yang tepat untuk diperkarakan pada Farras. Agta mengatakan, kasus penipuan tersebut masih harus didalami, sebelum pihaknya menjatuhkan sanksi.

“Apakah akan dilakukan pembinaan, selanjutnya menunggu arahan pimpinan,” katanya.

Tak ada luka dalam peristiwa penusukan

 

Sebelumnya, masyarakat Dago Resort mendadak geger setelah salah seorang pengendara ojek online (ojol) terkapar di pinggir jalan. Dia bernama Farras Armanda Wijaya, yang dikabarkan telah ditusuk oleh benda tajam di bagian kanan perut oleh orang tak dikenal yang langsung melarikan diri.

Setelah ditemukan oleh warga, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Boromeus, yang terletak beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

Farras adalah pemuda asal Kabupaten Bandung. Dari identitas Surat Izin Mengemudi yang didapatkan salah satu saksi, Farras diketahui berusia 18 tahun. Ia lahir di Bogor dan kini menetap di daerah Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ketika mengalami penusukan, Farras membawa motor Honda Scoopy dengan nomor polisi D2534VDS.

Dalam foto yang diterima IDN Times, Farras tidak sepenuhnya terluka atas penusukan tersebut. Tak ada luka menganga yang terlihat, sebagaimana penusukan pada umumnya.

Dalam foto tersebut terlihat bahwa benda tajam hanya membuat lecet perut korban. Seorang saksi membenarkan bahwa kejadian tersebut tidak membuat korban dalam keadaan kritis.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.