Pemanis Bukan Cuma Gula Kenali 7 Jenisnya

Pemanis Bukan Cuma Gula Kenali 7 Jenisnya

Pemanis Bukan Cuma Gula Kenali 7 Jenisnya – Konsumsi makanan atau minuman manis memang harus dibatasi, apalagi pada orang yang memiliki penyakit diabetes melitus.

Sebagai alternatif gula, saat ini terdapat beragam pemanis pengganti gula yang rendah kalori. Gula rendah kalori memungkinkan penderita diabetes mengonsumsi asupan manis tanpa memengaruhi kadar gula darah mereka.

Produk gula ini juga bisa menjadi alternatif bagi orang yang ingin menjaga berat badannya. Pemanis ini biasanya ditemui pada produk makanan dan minuman berkadar gula rendah atau berlabel diet. Walau begitu, tidak semua pemanis buatan itu aman untuk kadar gula darah.

Berikut adalah 7 jenis pemanis rendah kalori untuk penderita diabetes:

1. Stevia

Stevia adalah pemanis alami yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana. Untuk membuatnya, produsen akan mengekstrak komponen kimia yang disebut steviol glycosides dari daun tanaman.

Hasil akhir yang memiliki kualitas tinggi akan menghasilkan rasa manis 300 kali melebihi gula meja (sukrosa). Makanan dan minuman yang diberi pemanis ini jelas rendah kalori. Walau begitu, stevia memberikan sedikit rasa pahit di lidah.

Karena itu beberapa produsen menambahkan gula dan bahan-bahan lain untuk menyimbangkan rasanya. Kekurangan lain dari pemanis ini adalah harganya lebih mahal. Menurut Food and Drug Administration (FDA), batas aman konsumsi stevia perhari adalah 4 miligram per kilogram berat badan. Sebagai contoh, pada orang dengan bobot 60 kg maka masih aman jika mengonsumsi 9 bungkus kecil stevia setiap hari.

2. Tagatose

Ini merupakan bentuk dari fruktosa yang memiliki tingkat kemanisan 90 persen dibanding sukrosa ( gula pasir). Beberapa jenis buah seperti apel, jeruk, dan nanas secara alami mengandung tagatose. Produsen biasanya menggunakan tagatose pada makanan untuk pemanis rendah kalori, memberikan tekstur, dan menstabilkan. Beberapa penelitian menunjukkan, tagatose berpotensi bagi pasien diabetes karena memiliki indeks glikemik rendah. Ini berarti, makanan yang diberi tagatose tidak cepat menaikkan kadar gula darah.

3. Sukralose

Sukralose merupakan pemanis buatan yang dibuat dari sukrosa. Rasa manisnya 600 kali dibanding gula meja namun kadar kalorinya sangat rendah. Sukralose sangat sering dipakai dalam industri makanan, mulai dari permen karet hingga roti. Pemanis alternatif ini juga stabil dalam panas, padahal pemanis lainnya akan berkurang rasanya pada suhu tinggi. Namun, beberapa studi mengaitkan asupan gula buatan ini dengan peningkatan risiko tumor.

4. Aspartam

Pemanis buatan ini sudah dipakai sejak tahun 1980an. Aspartam mampu menghasilkan rasa manis 200 kali dibanding gula. Berbeda dengan sucralose, aspartame akan pecah pada suhu tinggi, sehingga mayoritas orang memakainya sebagai pemanis di meja yang ditambahkan langsung ke makanan.

5. Acesulfame potassium

Dikenal juga dengan acesulfame K dan Ace-K, ini merupakan pemanis buatan yang memiliki daya manis 200 kali melebihi gula. Produsen biasanya mengombinasikan potasium dengan pemanis lain untuk mengurangi rasa pahit. FDA telah menyetujui pemanis ini sebagai pemanis rendah kalori dan menyatakan aman berdasarkan lebih dari 90 penelitian.

6. Sakarin

Sakarin juga termasuk pemanis buatan yang populer. Memiliki daya manis 200-700 kali dibanding gula meja, sakarin juga rendah kalori. Walau sudah dipakai sejak lama, tetapi masih ada keraguan akan keamanan pemanis ini. Studi terbaru menyebutkan pemanis sakarin aman dan tidak terkait dengan kanker.

7. Neotame

Pemanis pengganti gula ini memiliki kemampuan memberi rasa manis 7000-13.000 kali dibanding gula. Neotame juga bisa dipakai untuk memanggang karena lebih tahan terhadap suhu tinggi. Pemanis ini sering dipakai dalam produk permen karet dan protein shake.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *