Serba-serbi Shirataki, Si Kenyal dengan Sejuta Manfaat

Serba-serbi Shirataki, Si Kenyal dengan Sejuta Manfaat

NgantukBanget-Sepiring mi dari tepung terigu, tepung beras, atau gandum mungkin sudah biasa. Tapi, apakah kamu pernah mencoba shirataki?

 

Sekilas, shirataki terlihat menyerupai bihun atau soun yang berukuran lebih besar. Tapi, bahan utama hingga kandungannya ternyata berbeda

 

Mi asal Jepang ini diyakini sebagai salah satu jenis mi paling sehat, sehingga kerap dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti mi.

Keyakinan itu pun didukung oleh banyaknya jurnal dan penelitian yang memperkuat fakta tentang manfaat shirataki. Misalnya pada jurnal Glucomannan and Obesity tahun 2005 yang mengungkapkan bahwa konsumsi shirataki selama 4-8 minggu efektif menurunkan berat badan hingga 2,5 kg.

Masih penasaran tentang apa sih, shirataki itu? Berikut Kami Sajikan Ulansannya

1. Terbuat dari tanaman konjac

 

Bukan terbuat dari tepung terigu maupun tepung gandum, shirataki merupakan jenis mi yang dari umbi-umbian bernama konjac atau konyaku. Umbi yang dikenal juga dengan nama devil’s tongue ini banyak tersebar di daerah sub tropis seperti China dan Jepang.

Tapi bukan daging umbinya yang diolah menjadi mi, melainkan serat akarnya yang disebut glucomannan. Serat tersebut lalu diolah sedemikian rupa, bersama air dan perasan lemon sehingga menjadi lembaran mi yang kenyal dan agak licin.

2. Dijuluki air terjun putih

 

Membaca dari namanya saja, kita pasti sudah bisa mengira bahwa mi menyehatkan ini berasal dari Negeri Sakura. Nah, di negera asalnya, shirataki berarti air terjun putih.

Penamaan itu sesuai dengan tampilan shirataki yang berwarna putih agak transparan, dan berbentuk lurus seperti aliran air terjun.

Kandungan airnya yang mencapai 97 persen, inilah yang membuat tampilannya agak bening.

3. Mengandung nol kalori

 

 

Kenapa shirataki kerap dipilih sebagai sajian penurun berat badan? Alasannya, ternyata glucomannan yang jadi bahan utama shirataki sama sekali tidak mengandung kalori.

Sebaliknya, kandungan air dan seratnya justru sangat tinggi. Namun kelemahannya, shirataki tidak mengandung mikronutrien, karena kandungan airnya yang hampir mencapai 100 persen.

Jadi saat mengolah shirataki, sebaiknya kombinasikan dengan bahan-bahan padat nutrisi; seperti sayur atau makanan tinggi protein

4. Sumber serat sehat

 

 

Tiga persen glucomannan di dalam shirataki, dapat menjaga rasa kenyang lebih lama dibandingkan saat menyantap mi jenis lain. Sebab glucomannan merupakan jenis serat larut yang bisa menyerap cairan menjadi gel.

Serat pada shirataki, berfungsi sebagai ‘makanan bernutrisi’ untuk bakteri baik di usus. Di dalam usus, bakteri akan mengubah serat menjadi asam lemak rantai pendek, yang akan meningkatkan kesehatan usus sekaligus memperkuat imunitas

5. Jenis mi serbaguna

 

 

Kandungan air yang tinggi pada shirataki membuat rasanya cenderung hambar. Nah, rasa yang hambar ini ternyata jadi kelebihan shirataki, sehingga cocok diolah menjadi berbagai jenis hidangan.

Shirataki bisa dimasak layaknya mi goreng atau mi rebus biasa, atau disajikan sebagai sumber serat pada salad sayur segar. Bahkan, shirataki juga cocok disajikan sebagai pengganti nasi, lho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *