Tradisi Jelang Bulan Puasa Sesuai Adat Daerah di Indonesia

Tradisi Jelang Bulan Puasa Sesuai Adat Daerah di Indonesia

Sebagai bulan yang penuh berkah, bulan Ramadhan disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat. Di setiap daerah di Indonesia pun terdapat beberapa tradisi yang biasanya dilakukan untuk mengawali dimulainya bulan puasa. Salah satunya, melakukan ziarah atau nyekar ke makam leluhur yang biasanya dilakukan umat muslim di bagian Jawa.

Nah, tak hanya itu saja, berikut ini Shopee akan mengulas tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Aceh, Boyolali, dan Banyumas saat menyambut bulan suci Ramadhan.

1. Adat Unggah-unggahan di Banyumas
Tradisi Jelang Bulan Puasa Sesuai Adat Daerah di Indonesia

Hari terakhir jelang Ramadhan diawali dengan upacara unggah-unggahan oleh komunitas Bonokeling, di Desa Pekucen, Banyumas, Jawa Tengah. Biasanya komunitas ini akan berjalan sejauh 40 kilometer ke kompleks pemakaman Kiai Bonokeling tanpa menggunakan alas kaki, sebagai bentuk keprihatinan.

Mereka juga menggunakan baju adat Jawa, dengan para perempuan yang menggunakan kemben. Tak hanya itu, bahan makanan seperti daging kambing, nasi, dan lauk pauk pun disiapkan bersama, kemudian dibawa ke kompleks pemakaman Kiai Bonokeling.

2. Adat Meugang di Aceh
Tradisi Jelang Bulan Puasa Sesuai Adat Daerah di Indonesia

Suasana meriah akan kamu rasakan menjelang bulan puasa di Aceh. Hal ini ditandai dengan tradisi makan daging yang sudah dilakukan sejak masa Sultan Iskandar Muda pada abad ke-16. Tradisi membagikan daging sapi untuk para fakir miskin ini terus dilestarikan oleh para warga secara turun temurun sebagai wujud syukur menjelang Idul Fitri dan Idul Adha. Maka tak heran jika semakin banyak penjual daging dadakan yang muncul menjelang bulan Ramadhan.

3. Adat Nyadran di Boyolali

Tradisi Jelang Bulan Puasa Sesuai Adat Daerah di Indonesia

Tradisi nyadran adalah kegiatan membersihkan makam leluhur sebelum bulan Ramadhan datang, lengkap dengan kotak makanan yang biasa disebut ‘tenong’. Kotak makanan ini akan dipersembahkan kepada para leluhur yang kemudian akan dimakan oleh para warga di pemakaman.

Tradisi yang berasal dari Hindu-Budha ini juga diiringi dengan membaca doa, membersihkan kuburan para leluhur, dan menabur bunga.(https://shopee.co.id/inspirasi-shopee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *